ALLAH MEMBALAS TIPU DAYA ORANG-ORANG KAFIR DAN PENGIKUTNYA DENGAN SEBAIK-BAIK PEMBALASAN.

ALLAH MEMBALAS TIPU DAYA ORANG-ORANG KAFIR DAN PENGIKUTNYA DENGAN SEBAIK-BAIK PEMBALASAN.

Tafsir QS.Ali-Imran ; 54

Oleh : Ustadzah Rohmah Rodhiyah

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Ali Imran; 54).


Suaramubalighah.com, Tafsir- Sejak dulu orang-orang kafir tidak henti-hentinya membuat tipu daya agar bisa menyesatkan manusia. Tipu daya itu berupa tipuan-tipuan yang membuat orang percaya bahwa itu adalah kebenaran. Kita perhatikan bahwa Firaun yang mengaku sebagai tuhan, dia membutuhkan kekuasaan dan kemampuan untuk membuktikan bahwa dia tuhan. Fir’un berfikir keras bagaimana membuat tipu daya agar rakyatnya tidak percaya tuhannya Musa, tuhan sebenarnya, yaitu Allah. Sebaliknya masyarakat harus percaya bahwa fir’aun adalah tuhan. Fir’aun membuat tipu daya agar dia dianggap sebagai tuhan. Karenanya Fir’aun meminta tukang sihir untuk menyihir tali menjadi ular dan selanjutnya menantang Musa untuk bertarung dengannya. Tatkala tukang sihir Fir’aun melempar tali-tali menjadi ular yang banyak, maka Allah memberi mukjizat pada tongkat nabi Musa. Setelah tongkat itu dilemparkan lalu berubah menjadi ular besar dan menelan ular-ular kecil buatan tukang sihir.


Pada saat Nabi Isa berdakwah juga dihalangi oleh orang-orang kafir dari bani Israel, bahkan puncak perlawanan orang-orang kafir adalah membuat tipu daya agar bisa membunuh nabi Isa. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali Imran ayat 54. “وَمَكَرُواْ”- Orang-orang kafir itu membuat tipu daya. Imam Zamakhsyari dalam Tafsir Al Kasysyaf dan Imam Jalaluddin dalam Tafsir Jalalain menafsirkan senada bahwa orang-orang kafir itu membuat tipu daya, yaitu orang-orang kafir bani Israel membuat tipu daya untuk membunuh nabi Isa dengan tipu muslihat.

Imam Ibn Katsir dalam Tafsir Ibn Katsir menafsirkan orang-orang kafir membunuh nabi Isa dengan tipu muslihat maksudnya dengan menfitnahnya, melaporkan kepada raja yang juga kafir, bahwa nabi Isa berusaha menyesatkan rakyatnya, menghancurkan kewibawaan raja, memutuskan hubungan kekeluargaan , sebagai pendusta dan lain-lain. Inilah yang membuat raja/penguasa murka dan melakukan penangkapan untuk dibunuh dengan disiksa dan disalib terlebih dahulu. Tipu daya-tipu daya seperti ini juga pernah dibuat orang-orang kafir kepada nabi Muhammad SAW. Nabi difitnah sebagai orang gila, tukang sihir, pendusta, menyesatkan masyarakat dan memecah belah kekeluargaan.

Dengan mengkaji sejarah bagaimana tipu daya – tipu daya orang-orang kafir terhadap para nabi, para pejuang Islam baik pada masa sahabat, masa tabi’in, masa tabiut tabi’in dan sampai sekarang, maka kita akan menemukan bahwa orang-orang kafir dan pengikutnya sejak dulu sampai sekarang tetap membuat tipu daya-tipu daya kepada pejuang Islam dan kaum muslimin. Orang-orang kafir membuat tipu daya-tipu daya dengan tipu muslihat, mereka melakukan tuduhan kepada para nabi dan pejuang Islam sebagai pendusta, menyesatkan masyarakat dan memecah belah keluarga. Para pejuang ditangkap, disiksa, dipenjara dan diintimidasi, bahkan ada yang dibunuh.

Ibn Abbas dalam Tanwir Miqbas min Tafsir Ibn Abbas, menafsirkan Kalimat “وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ”- “dan Allah membalas tipu daya mereka itu”, adalah Allah membalas tipu daya mereka dengan membunuh pembuat tipu daya yang akan membunuh nabi Isa AS. Imam Ibn Katsir menjelaskan, pada saat orang-orang kafir melakukan tipu daya kepada nabi Isa AS, para pegikut nabi Isa/ penolong agama Allah, yaitu para Hawariyun sedang bersungguh-sungguh menolong nabi Isa dalam perjuangan di jalan Allah. Selanjutnya Allah memberi tahu tentang tipu daya orang-orang kafir yang akan membunuh nabi Isa AS. Tipu daya berupa upaya membunuh nabi Isa, dibalas oleh Allah dengan tipu daya yang lebih kuat, yaitu Allah menjadikan salah seorang yang terlibat dalam membuat tipu daya diserupakan dengan nabi Isa. Akhirnya orang-orang kafir menemuinya dan membunuhnya. Sementara nabi Isa diselamatkan dan diangkat ke langit oleh Allah. Dengan demikian orang-orang kafir tertipu, mereka mengira telah membunuh nabi Isa. Inilah tipu daya Allah yang jauh lebih kuat, lebih baik dan sempurna.

Selanjutnya Ibn Abbas menafsirkan akhir ayat : “وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ” dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya, adalah dan Allah sebaik-baik pembalas/pembuat tipu daya, dan tipu daya Allah lebih utama/ lebih kuat. Sedangkan Imam Zamakhsyari dalam Tafsir Al Kasysyaf menafsirkan: Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya, paling kuat tipu dayanya dan paling baik melaksanakannya serta paling mampu memberi balasan.
Dengan demikian pelajaran yang bisa kita ambil dari tafsir QS. Ali Imran ayat 54 sebagai berikut:
a. Sejak dulu orang-orang kafir tidak henti-hentinya membuat tipu daya agar bisa menyesatkan kaum muslimin dan menghalangi dakwah Islam.
b. Tipu daya orang-orang kafir terhadap para nabi, para pejuang Islam masa sahabat, masa tabi’in, masa tabiut tabi’in dan sampai sekarang, sama bahwa mereka melakukan tuduhan terhadap pejuang Islam sebagai pendusta, menyesatkan masyarakat dan memecah belah. Mereka juga mengadakan tipu daya dan memfitnah agar pejuang Islam ditangkap, disiksa, dipenjara, diintimidasi, bahkan ada yang dibunuh.
c. Kalau pengemban dakwah/ pejuang Islam betul-betul menolong agama Allah, maka Allah akan menolong mereka, salah satunya dengan membalas tipu daya orang-orang kafir terhadap mereka, dengan tipu daya yang lebih kuat dan lebih baik.
d. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya, paling kuat tipu dayanya, paling sempurna, paling baik melaksanakannya, dan paling mampu memberi balasan.

Tipu daya orang-orang kafir dan pengikutnya terhadap Islam tidak akan berhenti. Pada saat kaum muslimin masih mempunyai Pemerintahan Khilafah Islamiyah, mereka membuat tipu daya untuk memecah belah kaum muslimin dan menghancurkan Khilafah Islamiyah. (Lihat: Kaifa Hudimat al Khilafah, Syekh Abdul Qadim Zallum). Setelah Khilafah berhasil mereka hancurkan tahun 1924, maka mereka menghalangi persatuan dan kebangkitan kaum muslimin untuk menegakkan Khilafah Islamiyah kembali.

Tipu daya musuh-musuh Islam sekarang adalah menghalangi persatuan dan kebangkitan kaum muslimin untuk menegakkan Khilafah Islamiyah kembali. Misalnya mereka mengatakan bahwa Islam Kaffah tidak relevan diterapkan di dunia sekarang. Islam yang relevan adalah Islam yang sesuai dengan pemikiran dan nilai-nilai Barat. Yaitu Islam yang mengatur urusan kehidupan akhirat saja, sedang urusan kehidupan dunia diserahkan kepada manusia untuk membuat aturan sendiri.

Mereka juga membuat tipu daya dengan menuduh bahwa ajaran penerapan Islam kaffah dalam bingkai Khilafah tidak ada dalam Alquran dan Hadis. Mereka membuat tipu daya agar ajaran Islam yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Barat- Kapitalisme-Liberalisme seperti jihad, hukum qishas, khilafah tidak diajarkan kepada umat Islam atau diajarkan kepada umat Islam, tapi sudah ada distorsi dari pemahaman yang benar.
Disamping itu orang-orang kafir dan pengikutnya, juga membuat tipu daya terhadap pengemban dakwah/ pejuang Islam dituduh sebagai pendusta, menyesatkan masyarakat dan memecah belah. Mereka ada yang ditangkap, disiksa, dipenjara, diintimidasi, bahkan dibunuh.

Sikap yang harus dilakukan oleh pengemban dakwah/ pejuang Islam adalah menjelaskan kesalahan tipu daya yang dibuat orang-orang kafir dan pengikutnya serta menjelaskan konspirasi mereka. Tetap istiqomah dalam perjuangan dan semakin taqarrub kepada Allah, insya Allah nashrullah akan segera datang, yaitu Allah membalas tipu daya mereka dengan tipu daya yang lebih kuat/lebih baik dan Allah akan memberi kemenangan. Allah sebaik-baik pembalas tipu daya, paling kuat tipu dayanya, paling sempurna, paling baik melaksanakan, dan paling mampu memberi balasan.

Waallahu A’lam.

.

Author Image
Suara Mubalighah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *