UMMU HISYAM BINTI HARITSAH BIN NU’MAN RA, SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU

UMMU HISYAM BINTI HARITSAH BIN NU’MAN RA, SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU

Oleh : Nabila Asy Syafi’i


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

” Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.”

(QS.  al-Mujadalah : 11)

Suaramubalighah.com, Muslimah Inspiratif- Ayat ini menjelaskan keutamaan orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan. Juga agar bersemangat menuntut ilmu, belapang dada, menyiapkan kesempatan untuk menghadiri majelis ilmu, bersemangat belajar, menyiapkan segala sumberdayaunutk meningkatkan keilmuan, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan

Oleh karena itu tidak asing jika kita dapati para sahabat maupun sahabiyah bersemangat untuk menuntut ilmu kepada Rasulullah Muhammad SAW . Bahkan ada hari khusus untuk belajar kepada Rasulullah saw kepada Rasulullah Muhammad SAW. Diantara pada sahabiyah tersebut adalah Ummu Hisyam Binti Haritsah bin Nu’man.

MENGENAL SEKILAS SOSOK UMMU HISYAM BINTI HARITSAH BIN NU’MAN

Keluarga Ummu Hisyam adalah keluarga yang terdiri dari orang-orang yang mulia. Seluruh anggota keluarga ini telah masuk Islam.

Ibunya adalah Ummu Khalid bin Ya’isy Al Anshariyah, dari suku Malik. Ia masuk Islam dan berbaiat kepada Nabi.

Ayahnya adalah Haritsah bin Nu’man dari suku Najar. Ia termasuk tokoh sahabat yang masuk Islam di masa-masa awal. Haritsah bin Nu’man memiliki banyak rumah yang dekat dengan rumah Nabi di Madinah. Setiap Keluarga Nabi Muhammad SAW bertambah, dengan ikhlas Haritsah bin Nu’man memberikan satu persatu rumahnya kepada Nabi SAW. Sejarawan Yakut Al Hamawi menyebutkan, ” orang yang pertama kali memberikan tanah dan rumahnya kepada Nabi adalah Haritsah bin Nu’man

Saudara Ummu Hisyam Binti Haritsah adalah Abdullah bin Haritsah, Abdurrahman bin Haritsah, Saudah binti Haritsah, dan Umrah bin Haritsah

Keluarga Haritsah bin Nu’man sangat dekat dengan keluarga Nabi. Mereka sangat senang menjadi tetangga Nabi, terlebih jika bisa membantu keperluannya.
Ummu Hisyam menuturkan bahwa lampu penerang yang mereka gunakan dan yang dipergunakan Rasulullah hanya satu. Itu berlangsung selama kurang lebih dua tahun, sebagaimana sebuah riwayat menyebutkan bahwa Ummu Hisyam berkata,” Aku hafal surat Qaf langsung dari Rasulullah. Beliau membacanya setiap jumat. Lampu penerangan kami dan Rasulullah hanya satu. ( HR. Muslim)

Ummu Hisyam juga termasuk salah seorang muslimah yang turut dalam baiat Ridwan, pada tahun 6 Hijriyah. Saat Rasulullah akan menunaikan umrah . Dengan baiat ini Allah SWT menurunkan firmannya ” Allah benar-benar meridhoi orang-orang mukmin ketika bersumpah setia kepadamu di bawah sebuah pohon.” (QS Al Fath :18).

Demikianlah Ummu Hisyam, hidup dalam dekapan Islam yang penuh ketentraman.

BERSEMANGAT UNTUK MEMPELAJARI ISLAM

Ummu Hisyam sangat besemangat dalam mempelajari Islan. Ia tidak berputus asa dalam menghafal Al-Quran dan hadits, hingga ia menjadi Hafidhah dan telah meriwayatkan beberapa hadits Nabi.

Diantara para perawi hadits yang meriwayatkan hadits dari Ummu Hasyim adalah Umarah bin Haritsah, sudaranya, Muhammad bin Abdurahman bin As’ad bin Zurarah, Yahya bin Abdullah, dan Habib bin Abdurahman bin Yasaf. Ummu Hisyam disebutkan telah meriwayatkan sepuluh hadis.

Motivasi tinggi, semangat membara dalam menuntut ilmu tak lepas dari sabda Rasulullah tentang keutamaan menuntut ilmu. Rasulullah pun pernah bersabda, “Orang yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan surga. Para malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda senang kepada orang yang mencari ilmu. Orang yang mencari ilmu akan diminta ampun oleh penduduk langit dan penduduk bumi sampai ikan-ikan pun ikut beristighfar untuknya. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan ahli ibadah seperti keutamaan bulan dibanding bintang lainnya.”

KHATIMAH
Sudah sepatutnya kita belajar dari kehidupan sahabat atau sahabiyah. Sebagai motivasi diri untuk menjadi insan yang berilmu, yang dengan ilmu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Para sahabat dan sahabiyahlah yang paling dekat dengan kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, mereka mengambil Jernih dan beningnya kesucian dari sumbErnya. WaAllahu a’lam.

Author Image
Suara Mubalighah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *