AMRAH BINTI ABDURRAHMAN, ULAMA KALANGAN TABIIN YANG BERILMU LUAS

AMRAH BINTI ABDURRAHMAN, ULAMA KALANGAN TABIIN YANG BERILMU LUAS

Oleh: Nabila Asy Syafi’i

Suaramubalighah.com, Muslimah Inspiratif- Peradaban Islam sejak kemunculannya telah melahirkan banyak tokoh kaliber dunia, baik tokoh – tokoh laki-laki ataupun perempuan. Mereka telah menghiasi dunia dengan keindahan, keadilan, kemajuan dan kebaikan. Menginspirasi generasi-generasi berikutnya.

Dari para sahabat, tabiin dan tabiut tabiin inilah tersampai ilmu -ilmu Islam dari Rasulullah Muhammad SAW kepada kita. Sungguh mereka adalah permata umat. Karena merekalah ketersambungan mata rantai sanad terjaga. Diantara salah seorang tabiin dari kalangan perempuan yang cerdas dan berilmu luas adalah Amrah binti Abdurrahman.

MENGENAL SEKILAS SOSOK AMRAH BINTI ABDURRAHMAN

Nama lengkapnya Amrah binti Abdurrahman bin S’ad bin Zurarah bin ‘Udusal-Ansariyyahal-Najjariyyah. ayahnya salah seorang diantarashahabat Nabi.
Sedangkan ibundanya adalah Salimah bintu Hakim bin Hasyim bin Qawalah, dan saudara ibunya salah seorang shahabiyah Nabi yaitu Ummu Hisyam bintu Haritsah bin Nu’man. Kakeknya merupakan saudara dari As’ad bin Zurarah, pemuka kalangan Anshar.

Amrah binti Abdurrahman lahir di masa khalifah yang ketiga Utsman bin Affan, sekitar tahun 29 H. Ia menikah dengan Abdurrahman bin Nu’mah, dan dikaruniani putra yang diberi nama Muhammad bin Abdurahman bin Nu’mah. Sang putra ini memiliki nama kuniyah abu arrijaal (ayahnya para pria) karena keberanian dan keperkasaan yang dimilikinya.

Setelah ayah Amrah meninggal, maka Amrah diasuh oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahuanha. Di rumah yang dipenuhi ilmu dan ketaqwaan itulah Amrah tumbuh dan berkembang. Tak mengherankan bila ia mereguk kemuliaan dari Ummul Mukminin Aisyah ra dan menjadi wanita yang alim, dan fakih fiddin.

Dalam menuntut ilmu Amrah binti Abdurrahman tak membatasi diri hanya belajar dari Ummul Mukminin Aisyah saja. Namun iapun belajar dari para ummahatul mukminin yang lain dan para shahabiyah. Ia bahkan tak membedakan antara yang berusia tua atau yang muda dari mereka. Diantaranya ia mengambil ilmu dari Ummu Salamah, Ummu Hisyam bin Haritsah Al Anshariyah, Habibah bintuSahl dan Ummu Habibah, semoga Allah meridhoi mereka semua.

Amrah binti Abdurrahman wafat dalam usia 70 tahun pada tahun 98 Hijriyah.  Semoga Allah Allahmeridhai Amrah binti Abdurrahman.

LUASNYA ILMU AMRAH BINTI ABDURRAHMAN

Imam para ahli hadits Sufyan bin Uyainah berpendapat tentang Amrah binti Abdurrahman , “Orang yang paling berilmu dengan hadits dari Ummul Mukminin Aisyah ra ada tiga orang, yakni : Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakr as-Siddiq, Urwah bin Zubair dan Amrah binti Abdurrahman.

Oleh karena itu Amrah binti Abdurrahman adalah penerus Ummul Mukminin Aisyah ra dalam menyampaikan hadis-hadis Rasulullah SAW. Kecerdasannya pun hampir mendekati kecerdasan Ummul Mukminin Aisyah RA.

Imam adz-dzahabi juga menyebutkan,” Amrah adalah seorang ulama, ahli fiqh, haditsnya kuat dan memiliki banyak ilmu.”

Amrah binti Abdurrahman terkenal fakih dan luas ilmunya. Maka tak heran jika Al Qasim bin Muhammad pernah menasihati muridnya yaitu Ibnu Syihab az-Zuhri “Aku lihat engkau sangat bersemangat dalam mengumpulkan hadits. Maukah aku tunjukkan tempat yang tepat untuk mengambilnya?” Ibnu Syihab Az Zuhri menjawab “Tentu aku mau,”
“Ambillah dari Amrah binti Abdurrahman . Karena dia tumbuh dalam bimbingan Aisyah.”
Ibnu Syihab Az Zuhri mengisahkan, “Aku pun mendatangi Amrah dan kudapatkan ilmunya laksana air lautan yang tak pernah surut.

Ibnu Sa’ad mengungkapkan tentang Amrah binti Abdurrahman, “Dia orang yang kuat hafalannya, menguasai banyak ilmu dari Ummul Mukminin”

Amrah binti Abdurrahman keluasan dan kedalaman ilmunya laksana samudra yang tak pernah kering, kecintaannya terhadap ilmu seperti gurunya Ummul Mukminin Aisyah ra , hal ini membuat kedudukannya terhormat dan mulia. Amrah pun menjadi tempat belajar generasi tabiut tabiin.

Diantara murid-murid Amrah binti Abdurrahman yang tersohor adalah Urwah bin Zubair, Syihabuddin Az-Zuhri dan Amru bin Dinar.

Ali bin Al Madini seorang ulama besar dalam bidang hadits dan periwayatan, setiap kali disebut nama Amrah binti Abdurrahman selalu menghormati dan berkata,” Amrah binti Abdurrahman salah seorang yang terpercaya dan banyak mengetahui tentang Ummul Mukminin Aisyah ra. ”

Hadits-hadits dari jalur Amrah diriwayatkan oleh para ulama periwayat hadits seperti al-Bukhari, Muslim, An-Nasai dan Ibnu Majah.

Suatu ketika, khalifah Umar bin Abdul Aziz mengungkapkan kekhawatiran dan keprihatinannya dengan wafatnya banyak perawi hadits. Maka Khalifah Umar bin Abdul Aziz pun memutuskan untuk mulai membukukan hadis-hadis Nabi. Dari sekian banyak ahli hadits yang dicatat ilmunya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz memberi prioritas kepada Amrah binti Abdurrahman, beliau berkata, “Tidak tersisa lagi orang yang paling mengerti hadits Ummul Mukminin Aisyah ra, melebihi Amrah binti Abdurrahman.”

KHATIMAH

Demikianlah kisah salah seorang tabiin Amrah binti Abdurrahman yang memberikan perhatian besar terhadap hadits -hadits Nabi Muhammad SAW dan terhadap ilmu-ilmu Islam. Ia mengajar dan menyebarkannya, Maka kebaikannya bisa dirasakan hingga saat ini, bahkan hingga zaman berakhir nanti.

Oleh karena itu, patutlah kita ambil ibrah dari kisah ini. Betapa pentingnya kita memperhatikan ilmu -ilmu Islam dengan cara terus belajar agar memgetahui, kemudian mengamalkan dan mengajarkannya.

Semua hukum -hukum Islam haruslah diterapkan secara kaffah. Kalau saat ini belum sempurna penerapan Islam, karena institusi pelaksana hukum yakni Khilafah Rasyidah belum tegakkan kembali, maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk memperjuangkan tegakknya kembali hukum-hukum Islam dalam naungan khilafah Rasyidah, adapun cara yang ditempuh mengikuti metode dakwah Rasulullah Muhammad SAW. Dengan tindakan ini maka kebaikan akan terus tersebar dan tersiar. InSyaAllah.

Waallahua’lam

Author Image
Suara Mubalighah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *