Ummu Waraqah Binti Al Harist ; Salah Satu Kafilah Assabiqunal Awwalun

Ummu Waraqah Binti Al Harist ; Salah Satu Kafilah Assabiqunal Awwalun

Oleh: Nabila Asy Syafi’i

Suaramubalighah.com, Muslimah Inspiratif, Pancaran cahaya Islam menembus tiap relung hati nan suci. Aroma wangi ajaran Islam mengundang yang baik mendatangi dan akhiranya menerima Islam. Bahkan menjadi pejuangnya.

Tatkala cahaya Islam menerangi kota Madinah, maka banyak dari kalangan tokoh maupun masyarakat biasa, pria, wanita, tua, muda menyambutnya. Mereka menyatakan masuk Islam dan tunduk dalam aturan Islam. Termasuk seorang tokoh sahabiyah yang bernama Ummu Waraqah binti al Hadits ra.

MENGENAL SEKILAS SOSOK UMMU WARAQAH BINTI AL HARITS

Namanya adalah Ummu Waraqah binti Abdullah bin Harist, dikenal juga dengan sebuatan Ummu Waraqah binti Naufal, ia putri dari Abdullah bin al- Harist bin Uwaimar bin Naufal al-Anshariyah, dinisbahkan kepada kakeknya.

Ummu Waraqah termasuk jajaran wanita yang awal menyambut islam, dan berbaiat kepada Rasulullah. Sehingga ia termasuk ke dalam kafilah assabiquunal  awwaluun.

Ummu Waraqah binti al Harits, termasuk wanita yang mulia pada zamannya. Sehingga layak digolongkan kepada orang-orang yang dinyatakan Allah SWT dalam firmanNya QS surah At-Taubah ayat 100, yang terjemah arti ” Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Itulah kemenangan yang besar. ”

Saat Rasulullah berhijrah dan sampai di Madinah, sungguh seluruh kaum muslimin merasa sangat berbahagia, dan menyambutnya dengan suka cita. Imam Ibnu Qayyim berkata, ” Gema takbir dan syukur terdengar nyaring diseluruh pelosok kampung Bani Amr bin Auf. Kaum muslimin melantunkan takbir sebagai ungkapan bahagia atas kedatangan Rasulullah. Mereka keluar dari rumah beramai-ramai untuk menyambut dan mengucapkan salam kepada Rasulullah., dengan salam yang diajarkan oleh Rasulullah. Mereka berjajar mengitari Rasulullah. Dan Rasulullah SAW tampak tenang. ”

Pun Ummu Waraqahal Harits hatinya diliputi kebahagiaan dengan kedatangan Rasulullah SAW di Madinah, Rasul yang diimaninya kini ada di hadapannya. Rasul yang menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju terangnya cahaya.

Kini Ummu Waraqah binti al Hadits bisa menggali pelajaran-pelajaran tentang Islam langsung dari sumbernya yakni Rasulullah. Dan setiap kesempatan yang ada tidak dilewatinya. Tak heran jika Ummu Waraqah menekuni ayat-ayat Allah dengan sungguh-sungguh, tidak hanya pandai membacanya, namun juga memahami dan  menghafalnya dengan baik.

Ummu Waraqah pun berusaha menghimpun dan menuliskannya pada tulang, kulit, pelepah kurma. Ia berhasil menghimpun ayat-ayat Allah di rumahnya waktu itu. Setelah Rasulullah SAW wafat dan Abu Bakar RA berencana menghimpun Al Qur’an, Ummu Waraqah ditunjuk Khalifah untuk menjadi salah seorang rujukan penting bagi Zaid bin Tsabit sebagai pelaksana proyek.

Ummu Waraqah wafat di masa kekhilafahan Umar Bin Khathab.

MENDAPAT KABAR GEMBIRA DARI RASULULLAH

” Siapa yang memohon mati syahid dengan tulus, maka Allah akan memberi balasannya seperti balasan yang diberikan kepada para syuhada, walaupun ia mati di atas tempat tidur. ” ( HR Muslim).

Ummu Waraqah termasuk muslimah yang merindukan mati syahid di jalan Allah. Ketika ada seruan jihad yakni perang Badar. Maka bersegera Ummu Waraqah menjumpai Rasulullah untuk diijinkan turut dalam perang Badar sebagai petugas kesehatan. Dengan cara itu Ummu Waraqah berharap mati syahid di jalan Allah. Namun Rasulullah meminta Ummu Waraqah agar tetap tinggal di rumah dan menyampaikan bahwa Allah SWT akan memberinya syahadah (mati syahid) di rumahnya. Ummu Waraqah, patuh dengan saran Nabi, dan ia pulang ke rumahnya.

Ummu Waraqah binti al Hadits meriwayatkan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW hendak pergi ke Perang, Badar, ia berkata, ” Wahai Rasulullah, izinkanlah aku ikut perang bersamamu untuk merawat tentara yang terluka dan sakit. Mudah-mudahan Allah memberiku mati syahid dengan cara itu.”
Rasulullah SAW bersabda, “Tinggallah di rumahmu, karena sesungguhnya Allah SWT  akan memberimu anugerah sebagai orang yang mati syahid.” (HR Abu Dawud).

Sejak saat itu, Ummu Waraqah dijuluki asySyahiidah ( wanita yang mati syahid).

Saat Rasulullah SAW wafat, Ummu Waraqah sangat sedih, Namun kesedihan tidak sampai membuatnya lalai. Ia tetap berpegang teguh dengan semua ajaran Rasulullah. Dan yakin akan kabar gembira dari Rasulullah saw, bahwa ia akan mendapati syahid.

KABAR RASULULLAH ADALAH BENAR

Diakhir hidupnya Ummu Waraqah tinggal seorang diri di rumahnya, karena ia tidak memiliki keluarga. Ada seorang budak laki-laki dan seorang budak perempuan yang membantunya dalam urusan keseharian. Ummu Waraqah menyayangi dan memperlakukan dengan baik pada kedua budaknya tersebut. Namun air susu dibalas dengan air tuba. Kedua budaknya itu berkhianat dan membunuh Ummu Waraqah. Mereka ingin segera menguasai harta Ummu Waraqah dan ingin segera bebas.

Dalam Riwayat Abu Dawud dikisahkan sebagai berikut: ” Ummu Waraqah memiliki seorang budak laki-laki dan seorang budak perempuan. Kedua budak itulah yang membunuhnya dengan menutup wajah Ummu Waraqah dengan kain hingga meninggal, kemudian mereka melarikan diri. Keesokan harinya Umar mengumumkan kasus tersebut seraya berkata, ”Siapa yang mengetahui keberadaan kedua budak tersebut, atau pernah melihatnya, maka tangkap dan bawalah kepadaku.” Akhirnya kedua budak itupun tertangkap, lalu dibunuh, dan diikat ditiang. Dan mereka berdualah orang yang pertama kali yang dihukum dengan cara diikat ditiang.”

Demikianlah Ummu Waraqah meraih syahidah, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Wanita mulia ini telah menemui RabbNya, dan di masa hidupnya, ia hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT dan Rasulullah. Ia selalu berpegang kepada aturan Allah dan Rasulullah. Semoga Allah meridhainya dan menempatkan Ummu Waraqah dalam syrurga yang abadi.

KHATIMAH

Kisah Ummu Waraqah binti al Hadits ra, bisa kita ambil ibrahdiantaranya adalah sebagai seorang muslimah hendaklah mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Seorang muslimah harus menetapkan waktu setiap harinya untuk membaca, memahami Al Quran dan Al Hadits, bukan jika ada waktu luang baru membuka Al Quran. Dan akan lebih bagusl lagi jika ditambah menghafalkan Al Quran serta hadist-hadist.

Di samping itu, seorang muslimah juga harus selalu berusaha untuk istiqomah di jalan Allah dalam menjalani kehidupan di dunia ini, dimana hidup di dunia ini hanyalah sementara, ibarat orang yang berteduh dibawah pohon.
Oleh karena itu orentasi hidup di dunia untuk menyiapkan hidup yang kekal di akhirat dengan cara tunduk patuh kepada Allah dan Rasulullah.

Inilah diantaraibrah yang bisa dipetik, InSyaAllah masih banyak lagi ibrah yang lain yg bisa digali oleh setiap pembaca, sesuai dengan sudut pandang yg dimilikinya.

Waallahua’lam.

Author Image
Suara Mubalighah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *