Tafsir QS. Al A’raf ayat 96 : Maksiat Mengundang Musibah

Tafsir QS. Al A’raf ayat 96 : Maksiat Mengundang Musibah

Oleh ; Rohmah Rodhiyah

Suaramublighah.com, Tafsir – Allah berfirman dalam AlquranQS. Al A’raf ayat 96:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

 

Ibn Abbas dalam Tanwir Miqbas menafsirkanQS. Al A’rof ayat 96:

{ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ القرى } التي أهلكنا أهلها { آمَنُواْ } بالكتاب والرسل { واتقوا } الكفر والشرك والفواحش وتابوا { لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِّنَ السمآء } بالمطر { والأرض } بالنبات والثمار { ولكن كَذَّبُواْ } رسلي وكتبي { فَأَخَذْنَاهُمْ } بالقحط والجدوبة والعذاب { بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ } يكذبون الأنبياء والكتب

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri, yang penduduknya Kami hancurkan, mereka beriman kepada kitab Allah, rasul-rasul dan  bertakwa, yaitu meninggalkan kekufuran, kesyirikan, perbuatan keji dan bertaubat, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit berupa hujan dan dari bumi dengan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, yaitu mendustakan rasul-rasul Kami dan kitab-kitab Kami, maka Kami siksa mereka dengan paceklik dan bencana disebabkan perbuatannya, yaitu mendustakan para nabi dan kitab. (Ibn Abbas, Tan wir Miqbas min Tafsir Ibn Abbas,  QS Al a’raf ayat 96).

Sedangkan penafsiran Ibn Katsir  terhadap QS. Al a’raf ayat 96 secara ringkas disebutkan oleh Imam Ali Ash Shabuni dalam  Mukhtashar Ibn Katsir sebagai berikut:

{وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ واتقوا} أي آمنت قلوبهم بما جاء به الرسل، وصدقت به واتبعوه، وَاتَّقَوْا بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ وَتَرْكِ الْمُحَرَّمَاتِ {لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ}، أَيْ قَطْرَ السَّمَاءِ ونبات الأرض، وقال تَعَالَى: {وَلَكِنْ كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ} أَيْ وَلَكِنْ كَذَّبُوا رُسُلَهُمْ فَعَاقَبْنَاهُمْ بِالْهَلَاكِ عَلَى مَا كَسَبُوا مِنَ الْمَآثِمِ وَالْمَحَارِمِ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, maksudnya adalah hati mereka beriman kepada apa yang dibawa oleh rasul-rasul Allah, membenarkannya dan mengikutinya. Kemudian mereka bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan meninggalkan keharaman-keharaman, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Artinya Allah akan menurunkan hujan dari langit dan menumbuhkan tanaman dari bumi. Firman Allah selanjutnya:  Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya, maksudnya  adalah akan tetapi mereka mendustakan rasul-rasul (yang diutus ) untuk mereka. Maka Kami menyiksa mereka dengan kehancuran, sebagai akibat perbuatan yang mereka lakukan berupa dosa dan keharaman. (Imam Ali Ash Shabuni, Mukhtashar Ibn Katsir, QS. Al a’raf ayat96, Beirut-Libanon: Dar Alqur’an Alkarim).

Pandemi virus Corona (Covid-19) yang menghajar Indonesia lima bulan terakhir, menjadikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun 2020 minus 5,32 persen. Jika semakin tidak terkendali, bisa mengantarkan Indonesia pada resesi perekonomian.Ekonom Senior INDEF Enny Sri Hartati mengingatkan seluruh lapisan masyatakat agar bersiap menghadapi periode resesi ekonomi pada tahun ini. (https://ekonomi.bisnis.com/read).Keadaan ekonomi sekarang diperkirakan menyebabkan peningkatan angka pengangguran Indonesia. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pada 2021 angka pengangguran bisa menyentuh 12,7 juta orang. (https://tirto.id/angka-pengangguran-2020-terburuk).

Masalah pandemi corona dan banyaknya penganguran tentu berdampak pada permasalahan-permasalahan lain, yaitu  angka kemiskinan dan penderita gizi buruk meningkat. Demikian pula KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dan Perceraian juga meningkat. Dampak  pandemi covid-19kita dapati mayoritas keluarga stress. Menurut hasil survei daring Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terhadap lebih dari 20.000 keluarga, 95% keluarga dilaporkan stres akibat pandemi dan pembatasan sosialpada April-Mei 2020.( https://mediaindonesia.com/editorials).

Sebagai seorang muslim kita harus mengkaji dan menganalisa permasalahan sesuai dengan perspektif Islam.  Berkaitan denganmaksiat mengundang musibah: krisis ekonomi dan depresi sosial,QS. Al A’raf 96 di atas memberikan jawaban.

Dengan mengkaji penafsiran QS. Al a’raf ayat 96 oleh Ibn Abbas dan Ibn  katsir, bisa kita fahami adanya musibah yang menimpa negeri ini secara bertubi-tubi, terjadi karena penduduk negeri  yang tidak beriman kepada Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya dan tidak bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan meninggalkan keharaman-keharaman. Kalau kita perhatikan mayoritas penduduk negeri ini beragama Islam, berarti mayoritas penduduk beriman kepada Allah, RasulNya dan kitab-Nya. Hanya saja mereka belum membuktikan keimanannya dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya. Artinya masih sangat banyak ketaatan –ketaatan yang tidak dilaksanakan, bahkan masih bergelimang dengan  keharaman-keharaman. Baik dalam urusan kehidupan dunia seperti ekonomi, keuangan, sosial, budaya danpolitik, maupun urusan akhirat seperti ibadah shalat, zakat, puasa dan haji.

Sebagaimana penafsiranIbn Abbas  terhadap  QS. Al A’rof ayat 96, maka solusi musibah ini adalah segera bertaubat dengan beriman danbertakwa, yaitu meninggalkan kekufuran, kesyirikan dan perbuatan keji. Dengan demikian seluruh umat Islam dinegeri ini wajib bertaubat secara nasional dengan memohon ampunan kepada Allah dan bertakwa dengan meninggalkan keharaman-keharaman dan melaksanakan ketaatan-ketaatan.Bertaqwa berarti menjalankan kehidupan sesuai dengan ajaran Islam. Yaitu dengan menerapkan Syariah Islam secara kaffah baik yang berkaitan dengan urusan keluarga, masyarakat maupun negara.  Waallahu a’lam

Author Image
Suara Mubalighah Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *