DOA RASULULLAH UNTUK UMAIMAH BINTI SHUBAIH , IBUNDA ABU HURAIRAH

DOA RASULULLAH UNTUK UMAIMAH BINTI SHUBAIH , IBUNDA ABU HURAIRAH

Oleh : Nabila Asy Syafi’i

Suaramubalighah.com, Muslimah Inspiratif- ketika orang yang disayangi berbeda pikiran dan keyakinan, tentu menjadikan hati sedih, membayangkan kehidupan di akhirat nanti yang berbeda tempat. Bahkan bisa jadi di duniapun ada jarak.

Ketika cahaya Islam menerangi seorang anak manusia , lantas ia menyambut dan memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw ini. Sementara ibu yg dicintainya masih musrik. Tentu hari-harinya dipenuhi dengan ketidaknyamanan, terlebih ia hanya hidup berdua dengan ibunya, karena sejak kecil ia telah yatim. Hampir tiap haru ia mengajak ibunya ke jalan lurus, Namun pintu hati ibunya belum terbuka juga untuk memeluk Islam. Hingga akhirnya ia mengadukan persoalannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Anak itu adalah Abdurrahman bin Sakhr atau biasa dikenal dengan Abu Hurairah dan ibunya adalah Umaimah binti Shubaih. (Ada beda pendapat tentang naman ibu Abu Hurairah ada yang menyebut Maimunah binti Shubaih dan ada yang menyebut Umaimah binti Shubaih)

DOA RASULULLAH SAW

Pada tahun ke 7 Kenabian, Abu Hurairah masuk Islam. Setelah menyatakan keislamannya, Abu Hurairah selalu mendampingi Rasulullah baik perjalanan maupun tidak. Abu Hurairah melakukannya sebagai bentuk ketekunan dalam mendapatkan hadis-hadis nabi. Tak heran jika Abu Hurairah meriwayatkan sekitar 5374 hadis nabi. Tercatat lebih dari 800 orang perawi dari kalangan sahabat dan tabi’in telah meriwayatkan hadis darinya. Beberapa di antara mereka yaitu Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas bin Malik, dan lain-lain.

Hampir tidak ada kata yang terlupakan dari ingatan Abu Hurairah . Ini karena kecerdasan yang dianugerahkan oleh Allah SWT padannya. Juga berkat doa Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Sunan At-Tirmidzi .

عَنْأَبِيهُرَيْرَةَ،قَالَ : قُلْتُ : يَارَسُولَاللهِأَسْمَعُمِنْكَأَشْيَاءَفَلاَأَحْفَظُهَا،قَالَ : ابْسُطْرِدَاءَكَفَبَسَطْتُ،فَحَدَّثَحَدِيثًاكَثِيرًا،فَمَانَسِيتُشَيْئًاحَدَّثَنِيبِهِ.

“ Dari Abu Hurairah beliau berkata; Wahai Rasulullah, aku sering mendengarkan sesuatu dari anda, namun aku tidak pernah hafal.” Beliau bersabda: “Bentangkanlah selendangmu.” Aku pun membentangkan selendangku, kemudian beliau menuturkan banyak hadis kepadaku, maka aku tidak pernah lupa sedikitpun terhadap hadis yang beliau tuturkan kepadaku .” (H.R At-Tirmidzi)

Abu Hurairah telah memeluk Islam, namun ibunya masih dalam kemusrikan.
Abu Hurairah sangat menyayangi ibunya, demikian pula ibunya, sangat menyayangi anaknya. Oleh karena itu, Abu Hurairah selalu mengajak ibunya pada keagungan Islam, agar selamat dunia akhirat, tapi ibunya selalu menolak. Cintanya pada sang anak tak jua menggerakkan hatinya untuk memeluk Islam.

Suatu hari Abu Hurairahmemghadap Nabi Muhammad SAW dengan perasaan sedih. Ia mengadukan bahwa sang ibu menolak ajakan Abu Hurairah untuk masuk Islam, bahkan sang ibu telah mengucapkan kata-kata buruk tentang Rasulullah SAW.

Sebagaimana kisah ini diceritakan dalam kitab Shahih Muslim. Abu Hurairah berkata: “ Dulu, saya sering mengajak ibu saya untuk masuk Islam, ketika ia masih musyrik. Pada suatu hari saya mengajaknya untuk masuk kedalam Islam, tetapi ia mengutarakan kata-kata yang tidak saya sukai tentang diri Rasulullah. Kemudian saya datang menemui Rasulullah sambil menangis dan berkata: “Ya Rasulullah, saya sering mengajak ibu saya untuk masuk Islam, tetapi ia selalu menolak dan malah mengucapkan pada saya kata-kata yang tidak saya sukai tentang engkau. Oleh karena itu, mohonkanlah kepada Allah agar ibu saya mendapatkan petunjuk dan hidayah-Nya.”

Setelah mendengar penjelasan itu Rasullah langsung berdoa : Ya Allah, berikanlah hidayah kepada ibu Abu Hurairah !

Selesai mengahadap Rasulullah, Abu Hurairah pulang ke rumah dengan perasaan senang karena doa Rasulullah tersebut. Sesampainya di rumah Abu Hurairah mendapati pintu rumah masih tertutup. Ibunya mendengar derap langkahnya lalu berkata ; “ Hai Abu Hurairah, berhentilah sejenak! .”

Kemudian Abu Hurairah mendengar suara tumpahan air ternyata ibunya sedang mandi, begitu selesai berpakaian dan mengenakan kerudung. Umaimah binti Shubaih, ibunda Abu Hurairah membuka pintu seraya berkata : “ Hai Abu Hurairah, sekarang saya bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasulnya .”

Betapa bahagianya Abu Hurairah saat itu. Lantas ia kembali lagi pada Rasulullah sambil menangis karena bahagia. Abu Hurairah berkata: “ Ya Rasulullah, saya sungguh senang dan gembera, Allah telah mengabulkan doa engkau dan Allah telah menberikan hidayahnya kepada ibu saya . Rasulullah memuji Allah dan mengucapkan syukur kepada Nya.

Abu Hurairah berkata :” Ya Rasulullah mohonkanlah kepada Allah agar saya dan ibu saya mencintai orang-orang mukmin dan mereka juga mencintai kami.”

Kemudian Rasulullah berdoa ; “ Ya Allah jadikanlah hambamu yang kecil ini (yaitu Abu Hurairah dan Ibunya) cinta kepada orang-orang mukmin serta jadikanlah mereka cinta kepada keduanya! Maka tidak ada seorang mukmin yang mendengar nama saya dan tidak bertemu dengan saya melainkan ia cinta kepada saya “.

Keislaman Umaimah binti Shubaih semakin memperkuat kepribadian yang baik pada diri Umaimah, ia dikenal sebagai orang yang dermawan dan sangat menghormati tamu.

Umaimah binti Shubaih, dianugerahi Allah dengan usia yang panjang, Usianya mencapai akhir masa khalifah keempat. Akan tetapi tahun wafatnya tidak tercatat, hanya diketahui bahwa beliau meninggal di Madinah

KHATIMAH
Ada hikmah dibalik setiap kisah. Kisah diatas mengajari kita untuk tidak berputus asa mengajak dalam kebaikan pada orang-orang yang kita cintai. Dan selalu mendoakan. Meski doa kita tidak semustajab doa Rasulullah SAW. Namun kita diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk selalu berdoa dan berharap hanya kepada Allah SWT Yang Maha Esa.

Berdoa adalah bagian dari ibadah, tidak pernah rugi bagi orang-orang berdoa dan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim. Jikalau doa itu belum dikabulkan di dunia, maka akan menjadi catatan amal sholih di akhirat.

Oleh karena itu jangan pernah berputus asa dalam berdakwah, dalam beramar makruf nahi mungkar. Selalu berusaha dan berdoa.

WallahuA’lamBisshawab.

Author Image
Suara Mubalighah Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *