Khilafah Pun Hadir di Tanah Pasundan

Khilafah Pun Hadir di Tanah Pasundan

Oleh : Rina Rosvitasari

(Pengasuh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Islam(LPPI) Khoiru Ummah, Cirebon – Jawa Barat)

Suaramubalighah.com, Opini- Sebagaimana di wilayah nusantara lainnya, wilayah Jawa Barat memiliki jejak Khilafah yang kuat. Di antara jejaknya adalah kesultanan Cirebon yang didirikan oleh Pangeran Walang Sungsang atau Pangeran Cakra Buana. Sebagai sultan pertama dari kesultanan Cirebon ini, kemudian pada tahun 1479 Syarif Hidayatullah diangkat menjadi sultan Cirebon yang kedua dengan gelar Maulana Jati. Syarif Hidayatullah dikenal dengan Sunan Gunung Jati atau Sayyid Al-Kamil merupakan salah seorang dari Walisongo utusan kekhilafahan Turki Ustmani.

Jejak Islam di wilayah Jawa Barat lainnya, adalah kesultanan Banten. Berdirinya Kesultanan Banten ini, berawal dari dakwahnya Syarif Hidayatullah bersama Pangeran Cakra Buana. Kewilayahan Banten yang pada waktu itu disebut Wahanten. Dalam syiarnya, beliau menyampaikan arti jihad (perang). Selain mengandung makna perang melawan musuh-musuh Islam, jihad juga dimaknai perang melawan hawa nafsu. Penjelasan inilah yang menarik hati masyarakat Wahanten dan para penguasa Wahanten pesisir.

Dakwah  Syarif Hidayatullah dilanjutkan oleh putranya Maulana Hasanudin yang kelak menjadi raja (sultan) dari kesultanan Banten yang pertama. Gelar Sultan Banten diperoleh penguasa Banten dari Turki Utsmani melalui Syarif Makkah pada tahun 1638

Dari silsilah dua kesultanan ini, nampak jelas adanya hubungan antara kesultanan-kesultanan ini dengan kekhilafahan Islam. Gelar sultan yang dipakai oleh para penguasanya merujuk kepada gelar yang dipakai di wilayah kekhilafahan Islam. Disamping itu, peran walisongo yang merupakan utusan dari kekhilafahan Turki Utsmani menguatkan adanya hubungan penyebaran Islam di Jawa Barat dengan kekhilafahan.

Inilah Jejak Khilafah di Jawa Barat. Dan kita warga Jabar, berhutang budi kepada kekhilafahan. Oleh karenanya mari kita perjuangkan penegakannya agar syariah Islam yang telah diturunkan Allah bisa diterapkan secara sempuran (Kaffah). Sebagaimana Firman Allah SWT:

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُواادْخُلُوافِيالسِّلْمِكَافَّةًوَلَاتَتَّبِعُواخُطُوَاتِالشَّيْطَانِإِنَّهُلَكُمْعَدُوٌّمُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secarakaffah. Dan janganlah kalian mengikutilangkah-langkahsyaitan, karenaiaadalahmusuh yang nyata bagi kalian (QS Al-Baqarah [2]: 208)

Wallahua’lam bi ash-shawab

Author Image
Suara Mubalighah Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *