Program SantriMatic: Ketidaktepatan Negara Melihat Akar Persoalan Ekonomi

Oleh : Ustazah Sri Rahayu, Sp.I

Suaramubalighah.com, Mubalighah Bicara— Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berencana memperluas program literasi digital melalui inisiatif SantriMatic yang menyasar komunitas pesantren di Indonesia. Program ini diproyeksikan menjadi kelanjutan dari pelatihan digital Emak-Emak Matic dan GenMatic, yang digelar bersama Shopee Indonesia.

Pemerintah juga ingin mendorong pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren. baik untuk santri, santriwati, maupun para pengajarnya. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar dalam mengemban ekonomi kreatif berbasis digital karena jumlah santri sangat besar dan tersebar luas di seluruh daerah.

Namun, mubaligah Sri Rahayu, S.Pi. menilai, program ini menegaskan ketidaktepatan negara dalam melihat akar persoalan ekonomi. “Kesalahan paradigm dalam memandang masalah akan berbuah kesalahan langkah menuju solusi hakiki,” ucapnya kepada MNews, Selasa (17-3-2026).

Memang, jelasnya, tidak ada masalah dengan program literasi digital. “Meskipun, masyarakat di era digital perlu mendapatkan bimbingan agar memiliki kemampuan menggunakan internet dan teknologi dengan memperhatikan empat pilar, yaitu etika digital, budaya digital, keterampilan, dan keamanan digital,” ungkapnya.              

Hanya saja, sambungnya, terkait pemberdayaan ekonomi, maka persoalan ekonomi hari ini bukan akibat rendahnya keterampilan individu. “Ini adalah dampak dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme liberal yang menciptakan ketimpangan distribusi kekayaan dan kebijakan struktural yang berpihak pada pemilik modal,” tuturnya.

Ia memandang, jika program SantriMatic ini digulirkan dan direalisasikan pada pesantren, santri, santriwati, dan pengajarnya, maka justru akan mendistorsi peran strategis santri sebagai agent of change yang akan membawa solusi hakiki.

Untuk itu, ia menekankan, perlu ada langkah logis penting yang dilakukan negara. “Langkah itu adalah mengembalikan peran strategis 42 juta pesantren, yaitu mencetak ulama warosatul anbiya dan mencetak pemimpin umat yang akan menyelamatkan umat dan negara dari kerusakan akibat penerapan ideologi sekuler kapitalisme liberal menuju penerapan Islam kafah,” tandasnya seraya mengutip QS Al-Baqarah: 208, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.”

Sumber: Muslimahnews.net