إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Duka menyelimuti negeri. Musibah datang silih berganti, menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah. Gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur. Asap kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. Erupsi Gunung Anak Krakatau dan beberapa gunung api lainnya kembali mengingatkan kita akan lemahnya manusia di hadapan kebesaran Allah ﷻ.
Di tengah kepedihan itu, ada saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan orang-orang yang mereka cintai. Kepada mereka, kami menyampaikan duka yang mendalam.
Semoga Allah ﷻ menguatkan hati mereka, memberikan kesabaran, melindungi mereka, serta mengganti setiap kehilangan dengan kebaikan yang lebih besar. Semoga setiap kesabaran dalam menghadapi musibah menjadi ladang pahala di sisi-Nya.
Kepada seluruh masyarakat Indonesia, mari kita hadir bersama mereka. Bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan kepedulian, dukungan, dan bantuan nyata. Sebab, seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Kesulitan mereka adalah panggilan bagi kita untuk saling menolong dalam kebaikan.
Namun, musibah juga semestinya menjadi momentum muhasabah bagi seluruh umat. Sudahkah kehidupan kita benar-benar tunduk kepada aturan Allah ﷻ? Sudahkah syariat-Nya menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan?
Islam bukan hanya mengatur ibadah individual, tetapi juga mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Karena itu, kepedulian terhadap musibah tidak cukup berhenti pada bantuan sesaat. Kita juga perlu menghadirkan kesadaran bahwa berbagai persoalan kehidupan membutuhkan solusi yang bersumber dari hukum Allah ﷻ.
Di sinilah peran mubalighah menjadi penting. Mubalighah tidak cukup hanya mengajak umat bersabar ketika musibah datang. Mubalighah juga harus membangkitkan kesadaran umat untuk kembali kepada Islam secara kafah, memahami syariat-Nya, dan memperjuangkan penerapannya dalam seluruh aspek kehidupan.
Semoga setiap musibah menjadi ibrah yang mendekatkan kita kepada Allah ﷻ, menguatkan kepedulian di antara sesama, sekaligus membangkitkan kerinduan untuk hidup di bawah naungan syariat-Nya secara kafah.
Allah ﷻ berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41)
Doa, kepedulian, dan perjuangan kita untuk umat tidak boleh berhenti.
Redaksi Suara Mubalighah

